DWI memungkinkan karakteristik kista dengan menilai pergerakan molekul air dalam jaringan melalui ADC sehingga dapat membedakan apakah kista berisi cairan, lemak, atau memiliki indikasi keganasan. Selain itu, DWI membantu mengidentifikasi kemungkinan perubahan patologis seperti peradangan atau degenerasi di sekitar kista